Assalamualaikum Wr. Wb.
Baiklah kali ini ProsesorKita akan membahas seputar Jaringan dan Internet, yaitu IP Address.
Tahukah kamu kalau masing-masing perangkat kita memiliki 'Alamat' untuk mengirim dan mengambil 'paket' berupa data dari Internet, gunanya apa sih, tentu saja sebagai pengidentifikasi identitas kita di Internet.
yaudah langsung aja, berikut informasi seputar IP Address :
Apa itu IP Address ?
Alamat IP (alamat protokol internet) adalah representasi numerik yang secara unik mengidentifikasi antarmuka spesifik pada jaringan.
Alamat dalam IPv4 panjangnya 32-bit. Ini memungkinkan maksimum 4.294.967.296 (232) alamat unik. Alamat dalam IPv6 adalah 128-bit, yang memungkinkan untuk alamat unik 3,4 x 1038 (2128).
Alamat IP adalah angka biner tetapi biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal (IPv4) atau bentuk heksadesimal (IPv6) untuk membuat pembacaan dan menggunakannya lebih mudah bagi manusia.
Alamat dalam IPv4 panjangnya 32-bit. Ini memungkinkan maksimum 4.294.967.296 (232) alamat unik. Alamat dalam IPv6 adalah 128-bit, yang memungkinkan untuk alamat unik 3,4 x 1038 (2128).
Alamat IP adalah angka biner tetapi biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal (IPv4) atau bentuk heksadesimal (IPv6) untuk membuat pembacaan dan menggunakannya lebih mudah bagi manusia.
Bagaimana Cara Kerja IP ?
IP dirancang untuk bekerja melalui jaringan yang dinamis. Ini berarti bahwa IP harus bekerja tanpa direktori pusat atau monitor, dan tidak dapat bergantung pada tautan atau node tertentu yang ada. IP adalah protokol tanpa koneksi yang berorientasi pada datagram., Sehingga setiap paket harus berisi alamat IP sumber, alamat IP tujuan, dan data lainnya di header agar berhasil dikirim.
Protokol-protokolnya termasuk TCP, yang merupakan protokol berorientasi koneksi, dan UDP, yang merupakan protokol tanpa koneksi. Sebagian besar lalu lintas internet adalah TCP / IP.
Protokol-protokolnya termasuk TCP, yang merupakan protokol berorientasi koneksi, dan UDP, yang merupakan protokol tanpa koneksi. Sebagian besar lalu lintas internet adalah TCP / IP.
Fungsi Alamat IP
Alamat IP digunakan sebagai alat identifikasi interface host atau jaringan
Dalam jaringan komputer juga berlaku hal yang sama bahwa Alamat IP unik akan digunakan untuk mengidentifikasi komputer atau perangkat di jaringan.
Alamat IP digunakan sebagai alamat lokasi jaringan
Untuk memfasilitasi pengiriman paket data, alamat IP berisi informasi keberadaannya. Ada rute yang harus diikuti sehingga data bisa sampai ke komputer tujuan.
Dalam jaringan komputer juga berlaku hal yang sama bahwa Alamat IP unik akan digunakan untuk mengidentifikasi komputer atau perangkat di jaringan.
Alamat IP digunakan sebagai alamat lokasi jaringan
Untuk memfasilitasi pengiriman paket data, alamat IP berisi informasi keberadaannya. Ada rute yang harus diikuti sehingga data bisa sampai ke komputer tujuan.
Jenis Alamat IP
IP versi 4 (IPv4)
Protokol Internet versi 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan dapat menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Misalnya adalah 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi 4.294.967.296 maka akan dibuat IPv6.
IP versi 6 (IPv6)
IPv6 diciptakan untuk mengatasi kekhawatiran tentang kemampuan IPv4 menggunakan hanya 32 bit untuk mengakomodasi alamat IP di dunia, semakin banyak pengguna jaringan dari hari ke hari Internet di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu hari akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itu IPv6 versi 128 bit dibuat. Dengan kemampuannya jauh lebih besar dari IPv4 yang dinilai mampu memberikan Alamat IP pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia semakin banyak.
Protokol Internet versi 4 atau IPv4 terdiri dari 32-bit dan dapat menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Misalnya adalah 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi 4.294.967.296 maka akan dibuat IPv6.
IP versi 6 (IPv6)
IPv6 diciptakan untuk mengatasi kekhawatiran tentang kemampuan IPv4 menggunakan hanya 32 bit untuk mengakomodasi alamat IP di dunia, semakin banyak pengguna jaringan dari hari ke hari Internet di seluruh dunia IPv4 dinilai suatu hari akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itu IPv6 versi 128 bit dibuat. Dengan kemampuannya jauh lebih besar dari IPv4 yang dinilai mampu memberikan Alamat IP pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia semakin banyak.
IP address Classes
Sumber :
https://www.paessler.com
http://technopark.surakarta.go.id
MediaBelajar Maret 30, 2019 New Google SEO Bandung, Indonesia
Assalamualaikum Wr. Wb.
Prosesor merupakan otak dari komputer, setidaknya itulah yang dikatakan dosen saya dulu. Berbicara tentang prosesor tentu kita pernah bingung dan galau memilih prosesor apasih yang cocok buat build pc gaming ? atau buat komputasi harian biasa seperti ngetik laporan atau dokumen.
Prosesor yang sebagian besar orang kenal adalah intel core, tapi taukah kamu perbedaan intel core i3, i5, dan i7 ?
Perbedaan intel core i3, core i5, core i7
Pertama, taukah kamu arti dari core i7 ? bukan berarti i7 maka prosesor punya 7 core ya, arti dari angka “ 7 “ menunjukan performa prosesornya makin besar angkanya bisa dikatakan makin besar pula performanya.
Kemudian arti angka dibelakang nya, seperti prosesor saya “ i7-8750H ” digit pertama dari 4 digit nama model menunjukan generasi ke-berapa prosesornya.
Apasih arti huruf dibelakang codename ?
U: Ultra Low Power. Peringkat U hanya untuk prosesor laptop. Fungsinya mengurangi daya dan lebih baik untuk baterai.
Y: Low power. Biasanya ditemukan pada laptop generasi lama dan prosesor mobile.
T: hanya untuk prosesor komputer.
Q: Quad-Core. Untuk prosesor dengan empat physical core.
H: High-Performance Graphics. Biasanya memakai salah satu intel graphic yang lebih baik di dalamnya.
G: Includes Discrete Graphics. Biasanya ditemukan pada laptop, ini berarti ada GPU khusus yang dipasangkan dengan prosesor.
K: Unlocked. Artinya dapat dilakukan prosesor dapat di overclock.
Hyper-Treading, Turbo boost, dan Cache size
Kita mulai dari hyper-treading, Teknologi buatan intel ini memungkinkan satu core prosesor memiliki 2 thread dan bisa menjalankan komputasi bersamaan atau multi-tasking. Lalu, sistem operasi akan mengenalnya sebagai 2 core prosesor yang berbeda.
Hal ini yang harus kamu cek terlebih dahulu apa prosesor yang kamu pilih udah mendukung hyper-treading di tiap corenya.
Kemudian Turbo Boost, Turbo Boost adalah teknologi milik Intel untuk secara cerdas meningkatkan kecepatan clock prosesor jika aplikasi membutuhkan.
Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang menjalankan software yang intensif memakai daya seperti editor video atau video game, tetapi tidak memiliki banyak efek jika kamu hanya akan menjelajahi web dan menggunakan Microsoft Office.
Ter akhir Cache size, Cache adalah memori prosesor sendiri dan bertindak seperti RAM pribadi. cache adalah salah satu dari spesifikasi yang tidak banyak diketahui yang bisa memperlambat PC mu.
Jika kamu berniat membeli prosesor maka lihat2 dulu kapasitas ukuran cachenya ya, makin besar makin bagus….
Untuk mengecek speknya langsung kamu dapat ke www.intel.co.id
Jadi, dapat disimpulkan :
Intel Core i3: cocok untuk Pengguna biasa. ekonomis. Baik untuk menjelajahi web, menggunakan Microsoft Office, dan jejaring sosial. Bukan untuk gamer atau profesional.
Intel Core i5: Pengguna menengah. Mereka yang menginginkan keseimbangan antara kinerja dan harga. Cocok buat nge-game, kalau kamu membeli prosesor tipe G atau Q dengan prosesor grafis khusus.
Intel Core i7: recommended buat professional, Mutlitasking, Gaming expert, dan kamu yang benci reload lama. Cuma harus siap dana yang cukup gede juga sih hehe…

