Assalamualaikum Wr. Wb.
apa kamu pernah dengar kalau baterai smartphone dan laptop(yang bisa dilepas) harus dicabut saat penuh, atau malah saat penggunaan harus dicharge terus agar maksimal peformanya (itumah laptop gaming hadeuh..)
yah banyak lagi yang terkadang tak kita sadari cuma mitos, maka dari itu ProsesorKita akan membahas mitos-mitos seputar baterai....
Melepas baterai saat sedang di charge
Pernahkah kamu disuruh melepas baterai saat kabel charger tersambung ke arus listrik. Katanya biar daya baterai tidak terus-menerus terisi sehingga bisa lebih awet nantinya.
Hal ini bisa dipastikan bahwa melepas baterai saat menge-charge laptop adalah mitos. Hal ini justru berbahaya bagi komponen laptop yang sensitif terhadap arus listrik. Sebut saja, CPU, hard disk, dan sebagainya. Secara tidak sadar, hal itu bisa mengurangi umur laptop.
Lagipula, ini juga mencegah hal-hal tak diinginkan pada pekerjaan yang sedang dilakukan dengan laptop. Misalnya, kamu sedang membuat Logo dengan AI, tapi tiba-tiba listrik di kosan mati dan pekerjaanmu belum tersimpan. Tidak mau ‘kan jika harus ulang mendesain dari awal?
Suhu panas dan dingin bisa merusak baterai
Suhu Panas dan Dingin Dapat Merusak Baterai Suhu panas sebenarnya tidak akan merusak baterai, namun lebih tepatnya hanya mengurangi kapasitasnya. Hal ini berlaku untuk semua baterai, baik itu baterai smartphone maupun laptop.
Selain panas, suhu dingin yang ekstrim juga dapat mengurangi kapasitas sebuah baterai. Maka dari itu simpanlah laptop Anda di tempat yang memiliki suhu stabil, jangan terlalu dingin ataupun terlalu panas apalagi hingga terpapar sinar matahari.
Mencharge baterai tunggu saat benar-benar kosong
Kalau kamu adalah pengguna laptop dengan baterai NiMH dan NiCd (perhatikan spesifikasi laptop-mu), kamu memang harus benar-benar mengosongkan baterai sebelum kembali mengisi dayanya. Sebab, kedua jenis baterai ini memiliki memory effect.
Memory effect adalah suatu efek pada baterai yang membuat daya kapasitas baterai berkurang jika tidak diisi dari keadaan baterai benar-benar kosong. Sebagai contoh, kamu sudah mencabut baterai charger saat masing 80 persen. Nah, saat pengisian berikutnya, baterai akan menganggap bahwa 80 persen itu sudah penuh atau mencapai 100 persen.
Meski begitu, sekarang sudah banyak laptop yang menggunakan baterai Li Ion dan Li-Po. Kalau status baterai sudah menyentuh 15 atau 20 persen, itu tandanya kamu harus segera menge-charge-nya. Jangan biarkan baterai benar-benar kosong karena hal tersebut bisa memengaruhi umur baterai laptop kamu.
Memasang baterai yang tersambung ke listrik bias meledak
Lagi-lagi, ini juga mitos. Kalau kamu perhatikan, jika daya baterai laptop sudah terisi 100 persen, akannada notifikasi pada ikon baterai di taskbar yang menuliskan “plugged in, not charging”.Artinya, laptop akan memutus arus listrik jika daya baterai sudah terisi penuh alias 100 persen.
Namun, jika baterai laptop memang sudah terisi penuh, lebih baik lepaskan saja kabel charger-nya. Hitung-hitung kamu bisa menghemat listrik.
Sering bermain game tidak berpengaruh kepada baterai
Jika kamu suka bermain game, sangat disarankan untuk bermain game di komputer atau laptop gaming, seperti Alien Ware, Asus Rog, dan sebagainya.
Mengapa? Game terhitung sebagai aplikasi berat yang tak hanya mampu memengaruhi kinerja prosesor, tapi juga daya tahan baterai. Kalau sering bermain game di laptop biasa, baterai akan cepat terkuras. Hal ini bisa membuat baterai jadi cepat aus atau soak.
Mitos Seputar Baterai Laptop dan Smartphone yang Perlu Kamu Tau
Posted by ProsesorKita on Jumat, 11 Januari 2019
Assalamualaikum Wr. Wb.
Apakah kamu sering sering menerima notifikasi yang tidak diinginkan dari browsermu, misalnya seperti iklan pop-up yang sering membuat jengkel karena muncul terus menerus. Tiap kali kamu mengunjungi web kamu bisa melihat iklan pop-up untuk berlangganan atau tidak, dengan pilihan 'allow' atau 'block'.
Saat kamu mendapatkan notifikasi ini, dan tidak sengaja memilih 'allow' maka notifikasi akan bermunculan di browsermu. Jika itu masalahnya, di bawah ini Prosesorkita akan mmberitahu bagaimana cara mematikannya.
Cara mematikan notifikasi web di Google Chrome
Langkah pertama untuk setiap platform adalah membuka Google Chrome di perangkat apa pun yang kamu gunakan untuk menerima notifikasi.
klik tanda tiga titik di sudut kanan atas, pilih 'Pengaturan'. Kemudian, scroll kebawah pilih 'Advanced'.
Kemudian ada bagian yang disebut 'Privasi' dan kamu akan menemukan sub bagian lain yang disebut 'Pengaturan Konten' dan ini adalah tempat kamu dapat mematikan notifikasi.
lalu pilih 'Pemberitahuan', dan kamu dapat mematikan semua notifikasi secara default atau beralih dari situs web mana kamu ingin menerima notifikasi. kamu memiliki opsi untuk memblokir notifikasi, mengeditnya, atau menghapusnya.
Cara mematikan notifikasi firefox di Mac, Android atau PC
Cara termudah untuk berhenti berlangganan adalah dengan memasukkan yang berikut ke dalam kotak URL di bagian atas browser: tentang: preferensi # privasi.
Ini membawamu ke preferensi di Firefox jika menggunakan PC atau Mac. kemudian scroll ke bawah ke 'Izin', menemukan opsi yang mengatakan 'Pemberitahuan' dan tekan tombol 'Pengaturan' di sebelah kanan.
Di sini kamu akan menemukan semua situs web yang saat ini mengirimi kamu notifikasi bersama dengan statusbar yang akan mengatakan 'izinkan'. Tekan ini dan ubah ke 'Blokir' dan pastikan untuk menekan tombol 'Simpan Perubahan' di sudut kanan bawah.
Jika kamu menggunakan Firefox di ponsel, kamu harus menuju ke situs web spesifik yang ingin dihentikan pemberitahuannya. Di sini akan melihat gembok di sudut kiri atas, dan jika kamu menekannya akan muncul 'Edit Pengaturan Situs'.
Setelah kamu menekannya akan ada opsi yang mengatakan 'Pemberitahuan' dengan kotak centang di sebelah kanan. Tekan tombol 'Clear' di bagian bawah jendela ini dan kamu akan berhenti berlangganan notifikasi.
Cara mematikan notifikasi Safari di Mac
Jika kamu menggunakan Safari, kamu harus buka Preferensi Safari di Mac, dan di sini kamu akan menemukan opsi yang mengatakan 'Situs Web' di bagian atas layar.
Tekan, dan dalam daftar di sebelah kiri kamu akan menemukan opsi yang disebut 'Pemberitahuan'. Semua situs tempatmu berlangganan akan terdaftar di sini, dan kamu dapat menekan 'Izinkan' atau 'Tolak' di menu tarik-turun di sebelah kanan. Setelah memilih 'Tolak' kamu akan bebas dari pemberitahuan Safari.


